Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Mei 2017

SADIS! Gadis Ini Dikubur Hidup-hidup, Saat Digali Semua Orang Terkejut

Sungguh nahas gadis remaja ini.
Gadis bernama Khushboo Khatun asal India itu menjadi korban permasalahan orang tuanya.
 
Dilansir dari laman Dailymail, Khatun yang berusia 19 tahun itu baru saja pulang dari pasar.
Di tengah jalan, tiba-tiba saja dirinya ditarik oleh tiga orang pria.
Saat itu Khatun dipukul sebelum akhirnya dilempar ke dalam sebuah lubang sedalam kurang lebih satu meter.
Tidak sampai disitu, Khatun yang tidak melakukan perlawanan pun kemudian dikubur hidup-hidup.
Dia dikuburkan di bawah reruntuhan di Desa Govindpur, Bihar, India Timur pada hari Minggu lalu.
Merasa khawatir terhadap anaknya yang tak kunjung datang ke rumah, sang ayah, Muhammad Azim Ansari (43) dan ibu Sanjana Khatun (40) pergi mencarinya.
Selang beberapa waktu, kedua orang tuanya pun akhirnya menemukan putrinya.
Saat itu, Ansari melihat lubang di dekatnya yang dipenuhi jejak kaki.
Dia pun merasa curiga dan mencoba untuk menggalinya.
Para warga setempat pun langsung ramai membantu Ansari menggali lubang itu.
Tak lama, Khatun berhasil diangkat dari dalam liubang dengan bantuan warga setempat.
Tampak dari sebuah video yang beredar, Khatun benar-benar begitu lemas.
Bahkan sampai tak bisa bergerak selama beberapa saat.
Dia pun dibantu beberapa orang untuk berdiri.
Saat itu juga, Khatun langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Beruntung Khatun tak mengalami permasalahan yang serius pada kesehatan tubuhnya pasca dikubur hidup-hidup selama dua jam.
Belakangan diketahui, kejadian yang dialami gadis itu karena orang tuanya bersengketa soal tanah dengan tetangganya.
Saat ini polisi masih menyelidiki kejadian tersebut.(*)
 

Seorang Ayah Menangkap Basah Putrinya Tidur Dengan Sang Pacar, Bukannya Murka tapi Ia Malah Melakukan Ini

Figur ayah biasanya identik dengan karakter yang protektif. Apalagi pada anak perempuan. Para ayah akan memberikan perhatian ekstra untuk putrinya. Tak asal protektif, ayah yang pintar akan memberikan kepercayaan dan kebebasan pada anaknya untuk menentukan keputusan. Kesalahan menjadi hal yang lumrah untuk dilakukan.


Untuk itulah, ayah harus terus memberi pelajaran agar anaknya bisa jadi lebih baik. Seperti yang dilakukan oleh sosok ayah ini. Ia membagikan kisahnya di laman Reddit, menceritakan kejadian tak terduga yang terjadi antara putrinya yang berusia 17 tahun dan sang pacar.

Suatu pagi, ia bangun tidur seperti biasa. Namun, dia menemukan pemandangan yang cukup mengagetkan. Ia melihat putrinya dan sang pacar dalam keadaan t*npa b*sana sedang tidur di sofa, melansir Reddit.
Anehnya, pria tersebut tidak marah atau pun berteriak memberikan ancaman. Ia malah diam-diam membuat sarapan. Setelah selesai, dia kembali ke kamar untuk membangunkan istri dan kedua anaknya yang lain.

Dia meminta mereka untuk turun pelan-pelan tanpa suara. Mereka berempat sudah duduk di meja makan yang hanya berjarak 6 meter dari tempat sang putri dan pacarnya tidur. Tiba-tiba, dengan aksen Rusia yang kental, sang ayah berteriak.


"ANAK MUDA! Sarapan sudah siap!"
 
Kaget mendengar suara teriakan, pasangan muda tersebut melompat dari sofa dan segera berpakaian. Lagi-lagi tak marah, sang ayah malah meminta sang pemuda untuk ikut sarapan. Sang ayah melihat remaja tersebut dengan seksama. Ia menepuk bahu si pemuda sambil menggelengkan kepalanya.

"Teman, aku ingin bertanya 1 pertanyaan padamu. Jawaban yang kamu berikan sangat penting... untukmu sendiri," kata sang ayah memulai pembicaraan.

"Apakah kamu suka kucing?"

Sang ayah ternyata tak marah. Ia memberikan pertanyaan tersebut sebagai lelucon agar si pemuda tak ketakutan. Ternyata, putrinya dan sang pacar telah berpacaran selama sebulan sebelum insiden tidur tel4njang terjadi.

Pemuda tersebut terlihat tidak sekolah, tapi sangat sopan. Dia menjemput sang putri setiap pagi naik sepeda dan mengantarkannya ke sekolah. Mereka juga mengerjakan PR bersama di sore hari. Remaja laki-laki tersebut bisa menjaga anak perempuannya. Dia juga baik terhadap adik dan ibu pacarnya. Dia menunjukkan cinta dan usahanya untuk pacarnya.

Setelah 8 bulan berkencan, anak laki-lakinya memberi informasi yang tak terduga. Ternyata, pacar putrinya adalah seorang tuna wisma. Ayahnya yang suka melakukan tindak kekerasan telah bunuh diri saat ia berusia 15 tahun. Ibunya yang mengalami depresi juga telah menelantarkannya.

Atas informasi yang telah dikumpulkan sang putra, ayah tersebut tahu fakta-fakta lain yang tak terduga. Pacar putrinya selama ini tidur di kursi taman, hotel murah atau dengan "teman-temannya". Dia biasa bekerja sebagai tukang bangunan agar bisa makan. Meskipun para tetangga kadang memberi makan, ia lebih sering kelaparan.

Walaupun mengalami hal yang berat dalam hidup, remaja tersebut tak merasa sedih. Seusai mengerjakan PR dengan pacarnya, dia selalu pulang dengan senyuman. Akhrinya, pada malam itu, sang ayah menunggu pacar anaknya untuk memberikan kunci rumah. Dia diperbolehkan tinggal dan harus mematuhi segala peraturan dan kewajiban yang sudah dibuat.

Akhirnya sang remaja bisa lulus sekolah dan menjadi wirausahawan. Kejadian tersebut terjadi pada tahun 2000. 17 Tahun kemudian, remaja tuna wisma tersebut telah menikahi perempuan yang dipacari sejak sekolah. Kini mereka menjalankan bisnis bersama dan sudah dikaruniai 3 orang anak.


sumber : tribunnews.com
 

Wanita Ini Suka Siksa Anak Tirinya Hingga Tewas, Saat Melahirkan Ia Kena Karma Hingga Membuat Dirinya Sampai Gila

Ini adalah sebuah kisah nyata yang dapat menjadi pelajaran bagi banyak orang. Terutama para orangtua yang menikah untuk kali kedua.

Selama ini, ibu tiri dikenal sebagai sosok menyeramkan karena sikap dan perilakunya yang kasar.
Ternyata, penilaian seperti ini tidaklah salah!
Buktinya kisah yang datang dari keluarga di China ini yang dihimpun dari TribunSumsel.com.
Lin Jing-Yun, adalah seorang anak perempuan kecil berusia 5 tahun, yang menghabiskan masa hidupnya tanpa kasih sayang sedikit pun semenjak ditinggal pergi oleh sang ibu.
Ibu Jing-Yun telah meninggal pada saat melahirkannya.
Karena tidak ada yang bisa merawatnya, Jing-Yun pun diantarkan oleh ayahnya ke rumah neneknya.
Ayahnya sendiri selalu bekerja di luar kota dan jarang pulang ke rumah.
Namun, di saat usia Jing-Yun menginjak 4 tahun, dia kembali dibuat kehilangan.
Nenek tercintanya yang telah membesarkannya harus menutup usia karena sakit.
Lagi, permasalahan tidak ada yang mengasuh Jing-Yun membuat ayahnya terpaksa membawa seorang wanita berusia 30an ke rumahnya, menjadi ibu tiri Jing-Yun.
Tanpa disangka, kehadiran ibu tirinya itu menjadi penderitaan baginya.
Dalam sehari-hari, Jing-Yun disiksa, dipukuli hingga badannya penuh dengan luka-luka memar.
Dia bahkan dijadikan sebagai pembantu di rumah.
Tak cukup sampai di situ, Jing-Yun pun bahkan harus tidur di sebuah tempat kecil yang tidak ada penerangan sama sekali.
Bagi Jing-Yun, makanan adalah sesuatu mustahil yang bisa ia dapatkan.
Hingga suatu ketika, ibu tirinya itu mendapat kabar bahagia.
Si ibu tiri hamil.
Kabar bahagia ini ternyata membuat hidup Jing-Yun semakin tersiksa.
Ia sudah tak lagi pernah diperdulikan, bahkan oleh ayahnya sendiri.
Hari demi hari, Jing-Yun semakin menderita tanpa ada seorang pun yang tahu akan keadaannya.
Sampai suatu hari, Jing-Yun berbuat nekat untuk mengakhiri hidupnya.
Ketika dia ditemukan, tangannya sudah memutih ditutupi dengan darah yang mengucur.
Semua orang kaget, kabar bahagia yang tadinya menghiasi keluarga itu secara mendadak berubah menjadi kabar memilukan.
Hal ini membuat sang ayah menyesal seumur hidup.
“Maafkan papa… Maafkan papa…” itulah kata-kata yang keluar dari bibir ayah Jing-Yun.
Tanpa disangka, ibu tiri yang juga ikut kaget melihat kondisi mengenaskan Jing-Yun tiba-tiba melahirkan di tempat.
Yang lebih mengejutkannya lagi, bayi yang baru dilahirkan itu memiliki tanda lahir sama persis yang dimiliki Jing-Yun.
Melihat hal tersebut, si ibu tiri langsung pingsan.
Pasca kejadian itu, ibu tiri Jing-Yun selalu mengucapkan kata “Maaf. Maaf. Maaf” tanpa tiada hentinya.
Suami yang begitu cemas dengan kondisi si istri lantas membawanya ke dokter.
Dari hasil pemeriksaan, dokter menyatakan bahwa istrinya telah mengalami gangguan jiwa alias gila.
Seketika itu pula, kejadian ini memberikan pelajaran banyak bagi ayah Jing-Yun. Ia merasa gagal menjadi seorang ayah. Di balik kerja kerasnya, rupanya tersimpan duka dan penderitaan putrinya selama ini yang tidak pernah ia ketahui.

Duh! Jenazah Diturunkan di Tengah Jalan oleh Supir, Keluarga pun Histeris

Menggeramkan. Seorang supir angkutan tega meninggalkan mayat sendirian di tepi setelah diantar berobat.
Seperti dikutip Merdeka.com, mayat yang belum diketahui identitasnya itu ditinggal di Dusun Moci, Desa Lentu, Kecamatan Bontoramba, Janeponto, Senin (8/5/2017), sekitar pukul 10.00 Wita.


Saat itu, almarhum diduga tengah mengalami sakit keras hingga membuatnya harus berobat ke rumah sakit. Namun sayang, dalam perjalanan pulang, almarhum menghembuskan nafas terakhirnya.
Dan seketika itu pula almarhum diangkat dari angkutan, dan kemudian ditinggal pergi oleh si supir yang diketahui adalah keluarga almarhum sendiri.
Aksi supir ini pun sontak menuai kecaman dari para netter setelah foto-foto mayat diunggah netizen bernama Dharnie di akun Facebooknya.
Namun, tak lama setelah itu, Dharnie kembali memposting mobil ambulans tiba menjemput mayat tersebut.

Berdasarkan postingan Dharnie, mobil ambulans itu merupakan milik secretariat Partai PDIP Janeponto.
Bagaimana tanggapan Anda? 

Senin, 15 Mei 2017

Pria Yang "Pura-pura Miskin" Ini Jadi Bahan Olokan Ketika Reunian, Namun Ia Membungkam Mulut Teman-temannya Dengan "Hal Ini"...


Hari itu Bimbo dengan gembira memberi tahu sang istri akan rencananya menghadiri reuni teman SMA. Istri Bimbo hanya menanggapi dengan datar, menurutnya reuni teman sekolah hanyalah sebuah ajang bagi orang-orang pamer pencapaian dan harta saja. Istrinya juga memperingati Bimbo untuk berhati-hati. Bimbo yang kesal mendengar jawaban dingin sang istri pun balik berkata,"Kalau kamu kuatir sama saya, bilang aja langsung ma, jangan gak enak gitu dong ngomongnya. Teman-temanku bukan orang seperti yang kamu katakan tadi!"



Walaupun marah dan tidak terima dengan perkataan sang istri, akan tetapi jauh di dalam lubuk hati Bimbo mengakui bahwa perkataan sang istri mungkin ada benarnya. Akhirnya Bimbo memutuskan untuk pergi ke reunian dengan berpura-pura miskin untuk mengetes apakah benar teman-temannya telah berubah, lebih mementingkan harta daripada rasa empati dan persahabatan.

Ketika hari H Bimbo datang ke restoran dengan pakaian sederhana. Ia mengarang cerita bahwa ia hidup pas-pasan dari hasil menjual buah di pasar walau sebenarnya Bimbo hidup berkelimpahan dari hasil pengelolaan beberapa supermarket miliknya di kota. Tak disangka, beberapa teman dekat bimbo malah mempermalukannya di depan semua orang yang datang hari itu. Salah seorang temannya berkata dengan sombong, "Lu kenapa gak konak gue Bim, nanti gue kasih deh kerjaan buat lu. Makan-makan hari ini lu gak usah bayar lah, ntar gue yang bayarin bagian lu, segini doang mah kecil buat gue. Tenang aja bro, yang penting semua seneng, bener gak guys?" Teman-teman Bimbo pun mengiyakan sambil terawa terbahak-bahak. Sedetik kemudian salah seorang teman yang lain lanjut meramaikan suasana sambil berkata,"Ntar abis ini kita pergi karaoke, lu juga ikut yah Bim. Kita pasti bayarin kok.. Tenang aja! Yang penting lu ikut seneng-seneng sama kita ok?" Mendengar hal tersebut teman-teman Bimbo pun kembali tertawa terbahak-bahak.

Bimbo tak siap menerima kenyataan bahwa teman-temanya benar-benar telah berubah. Ia tak menyangka orang-orang yang dulu begitu dekat denganya tega melakukan hal seperti itu. Bimbo menahan perih hati dan berusaha tertawa bersama teman-teman yang sudah tak ia kenal. Setelah mereka selesai makan, Bimbo melambaikan tangan pada pelayan untuk minta bon kemudian membayarnya. Suasana hening seketika dan semua mata tertuju pada Bimbo. Salah seroang teman Bimbo akhirnya sadar dan berkata,"Duh Bim, masa kamu yang bayarin semua? Janganlah, kita bagi-bagi aja…" Bimbo pun menjawab,"Kita semuakan teman, tidak masalah lah siapa yang bayar, sama saja… Sekalipun aku benar miskin, aku masih punya harga diri." Seusai berkata demikian, Bimbo berdiri meninggalkan ruangan sambil melambaikan tangan tanpa memalingkan muka lagi.

Sobat Cerpen, reunian seharusnya menjadi ajang bagi kita untuk melepas rindu, nostalgia, bercanda dan tertawa, bukan malah jadi ajang pamer kekayaan dan prestasi. Yang setuju, yuk share artikel ini sebanyak-banyaknya!