Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Mei 2017

Astaga! Pria Ini Cium Bau Busuk di Rumah Mertua, saat Ditemukan Bikin Merinding!!

Sebuah kejadian mengerikan terjadi di Malaysia, tepatnya di Felda Bukit Rokan Utara Gemenceh, Tampin, Negeri Sembilan.

Kejadian ini terjadi bermula saat seorang pria memutuskan menjenguk ayah mertuanya di Felda pada Senin, (15/5/2017) lalu sekitar pukul 18.45 waktu setempat.
Namun, sebelum berhasil masuk ke dalam rumah sang mertua, pria yang enggan disebutkan namanya itu malah mencium aroma busuk yang cukup menyengat dari dalam rumah.
Karena tidak berani, pria tersebut lantas melaporkan hal ini pada pihak berwajib setempat.
Tak membutuhkan waktu lama anggota polisi datang ke lokasi rumah tersebut. Bersama anggota polisi lainnya, pintu belakang rumah mertua pria itu pun langsung didobrak.
Seketika itu pula penyebab aroma busuk itu terungkap.
Tanpa disangka, ternyata aroma busuk itu berasal dari mayat mertuanya.
“Setelah melakukan pemeriksaan, korban ditemukan di bawah tempat tidur dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Kondisinya sudah membusuk. Hasil penyelidikan awal tidak menemukan unsur pidana di lokasi tersebut,” ungkap Kepala Polisi Daerah Tampin, Superintenden Hamazah Ab Razak, sebagaimana dikutip Dream, Jumat (19/5).
Menurut Hamazah, korban sudah meninggal lebih dari empat hari. Sementara penyebab meninggal korban, dikatakannya, kini masih dalam penyelidikan.
“Namun, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan,” tuturnya.

Senin, 15 Mei 2017

Pria Yang "Pura-pura Miskin" Ini Jadi Bahan Olokan Ketika Reunian, Namun Ia Membungkam Mulut Teman-temannya Dengan "Hal Ini"...


Hari itu Bimbo dengan gembira memberi tahu sang istri akan rencananya menghadiri reuni teman SMA. Istri Bimbo hanya menanggapi dengan datar, menurutnya reuni teman sekolah hanyalah sebuah ajang bagi orang-orang pamer pencapaian dan harta saja. Istrinya juga memperingati Bimbo untuk berhati-hati. Bimbo yang kesal mendengar jawaban dingin sang istri pun balik berkata,"Kalau kamu kuatir sama saya, bilang aja langsung ma, jangan gak enak gitu dong ngomongnya. Teman-temanku bukan orang seperti yang kamu katakan tadi!"



Walaupun marah dan tidak terima dengan perkataan sang istri, akan tetapi jauh di dalam lubuk hati Bimbo mengakui bahwa perkataan sang istri mungkin ada benarnya. Akhirnya Bimbo memutuskan untuk pergi ke reunian dengan berpura-pura miskin untuk mengetes apakah benar teman-temannya telah berubah, lebih mementingkan harta daripada rasa empati dan persahabatan.

Ketika hari H Bimbo datang ke restoran dengan pakaian sederhana. Ia mengarang cerita bahwa ia hidup pas-pasan dari hasil menjual buah di pasar walau sebenarnya Bimbo hidup berkelimpahan dari hasil pengelolaan beberapa supermarket miliknya di kota. Tak disangka, beberapa teman dekat bimbo malah mempermalukannya di depan semua orang yang datang hari itu. Salah seorang temannya berkata dengan sombong, "Lu kenapa gak konak gue Bim, nanti gue kasih deh kerjaan buat lu. Makan-makan hari ini lu gak usah bayar lah, ntar gue yang bayarin bagian lu, segini doang mah kecil buat gue. Tenang aja bro, yang penting semua seneng, bener gak guys?" Teman-teman Bimbo pun mengiyakan sambil terawa terbahak-bahak. Sedetik kemudian salah seorang teman yang lain lanjut meramaikan suasana sambil berkata,"Ntar abis ini kita pergi karaoke, lu juga ikut yah Bim. Kita pasti bayarin kok.. Tenang aja! Yang penting lu ikut seneng-seneng sama kita ok?" Mendengar hal tersebut teman-teman Bimbo pun kembali tertawa terbahak-bahak.

Bimbo tak siap menerima kenyataan bahwa teman-temanya benar-benar telah berubah. Ia tak menyangka orang-orang yang dulu begitu dekat denganya tega melakukan hal seperti itu. Bimbo menahan perih hati dan berusaha tertawa bersama teman-teman yang sudah tak ia kenal. Setelah mereka selesai makan, Bimbo melambaikan tangan pada pelayan untuk minta bon kemudian membayarnya. Suasana hening seketika dan semua mata tertuju pada Bimbo. Salah seroang teman Bimbo akhirnya sadar dan berkata,"Duh Bim, masa kamu yang bayarin semua? Janganlah, kita bagi-bagi aja…" Bimbo pun menjawab,"Kita semuakan teman, tidak masalah lah siapa yang bayar, sama saja… Sekalipun aku benar miskin, aku masih punya harga diri." Seusai berkata demikian, Bimbo berdiri meninggalkan ruangan sambil melambaikan tangan tanpa memalingkan muka lagi.

Sobat Cerpen, reunian seharusnya menjadi ajang bagi kita untuk melepas rindu, nostalgia, bercanda dan tertawa, bukan malah jadi ajang pamer kekayaan dan prestasi. Yang setuju, yuk share artikel ini sebanyak-banyaknya!

Sabtu, 13 Mei 2017

Kisah Bocah Penjual Roti Luluhkan Hati Netizen

Di saat anak-anak sebayanya hanya asyik bersekolah dan bermain, bocah 9 tahun justru harus banting tulang berjualan roti demi menafkahi keluarganya.


Dialah Rizky, bocah cilik penjual roti yang biasa 'mangkal' di sekitaran Universitas Trisakti, Jakarta.
Baru-baru ini Rizky menjadi sorotan netizen setelah fotonya diunggah ke media sosial Facebook oleh pemilik akun bernama Nuryaningsih.
Dalam foto yang di-posting beberapa waktu lalu itu tampak Rizky tengah menjajakan roti dagangannya. Keletihan terlihat di raut wajahnya.
Bersama foto tersebut tertulis,
" Penjual roti cilik di Univ Trisakti. Namaku RIZKY, umurku 9 tahun. Pekerjaan aku adalah penjual roti di Universitas Trisakti tepatnya aku jualan di depan gedung ekonomi.
Aku berjualan mulai dari jam 5 sore sampai jam 9 malam. Setiap hari aku membawa kue seanyak 20pcs-40pcs. Aku adalah anak tunggal, bapak dan bundaku telah berpisah.
Bunda tinggal di Palembang sedangkan aku tinggal bersama bapakku di Tj Gedong. Bapakku seorang supir dan terkadang menimba air untuk dijual.
Keuntungan aku berjualan tidak tentu, kadang laku kadang masih tersisa banyak. Aku telah putus sekolah sejak kelas 3 SD, rapotku telah dibakar oleh bunda saat bapak dan bundaku berkelahi.
Tetapi aku tidak marah sama bunda. Sebagian uang, aku sisihkan untuk kirim ke bunda di Palembang.
Aku ingin sekolah tapi aku belum punya biaya dan bagaimana aku bisa sekolah sedangkan rapotku sudah menjadi abu. Aku tetap berdoa dan optimis suatu saat TUHAN akan menolongku."
Kisah Rizky pun mengundang keprihatinan netizen. Postingan foto tersebut lantas dibanjiri banyak komentar. Nyaris semua komentar yang muncul menyuarakan dukungan bagi bocah kecil yang malang itu.
" Masya Allah... Smg ditegarkan hatinya," tulis akun bernama Opick Ulul Azmi.
" Mirisnya Indonesia, orang tua cerai anak jadi korban, berjuanglah Nak dan buat bangga kedua orangtuamu. Banyak anak zaman sekarang yang punya biaya cukup untuk bersekolah tapi malah menyepelekan pendidikan dan akhirnya putus sekolah karena ulahnya...," tulis akun bernama Daman Huri.

Jumat, 12 Mei 2017

Menggetarkan, Perjuangan Pengemis Belikan Putrinya Baju Baru

Bagi yang berduit, membeli baju ibarat membeli permen. Tetapi, bagi yang tidak berpunya, tentu butuh perjuangan sangat keras. 
Seperti yang terjadi pada seorang pengemis di Bangladesh ini. Demi membelikan baju anaknya, dia harus menabung selama dua tahun.
Harga baju itu sebenarnya tidak mahal, hanya 300 taka Bangladesh, setara Rp49 ribu. Tetapi, jumlah itu tetap saja besar bagi si pengemis.


Kisah yang Mengharukan

Kisah mengharukan itu dibagi oleh fotografer, GMB Bakash, melalui akun Facebook milik dia.
Dalam ungggahan yang dimuat Siakapkeli itu, Bakash menyertakan foto pengemis tua itu bersama anaknya. Sampai hari ini, cerita itu telah dibagikan lebih 22.491 kali.
Berikut kisahnya:
Kemarin, saya berhasil beli baju baru untuk anak perempuan saya setelah dua tahun. Ketika saya menyerahkan 60 keping pecahan 5 taka, kepada seorang penjual baju.
Dia berteriak ke arah saya sambil bertanya apakah saya ini seorang pengemis. Anak saya langsung memegang tanganku dan menangis. Dia meminta saya meninggalkan toko itu.
Anak saya berkata dia tidak ingin membeli baju baru. Tapi saya sapu air matanya dengan sebelah tangan saya.

"Ujian hidup terberat..."

" Ya, saya seorang pengemis. Sepuluh tahun lalu saya tak pernah menyangka akan menjadi peminta-minta. Suatu malam bus terjatuh dari sebuah jembatan dan saya menyangka masih hidup.
Saya masih hidup tetapi cacat. Anak perempuan saya, Sumaiya, selalu menyuapi saya setiap hari. Sebab dia tahu betapa sulitnya bekerja dengan hanya sebelah tangan.
" Setelah dua tahun, anak perempuanku ingin memakai baju baru. Oleh karena itu, saya bawa dia bermain sebentar."
" Saya pinjam ponsel tetangga tanpa memberitahu istri saya. Anak perempuan saya tidak pernah foto dan saya ingin buat hari ini menjadi hari yang istimewa buatnya.
Bila satu hari nanti saya mampu beli ponsel, saya akan memotret anak-anak saya. Saya ingin simpan semua kenangan manis itu.
Sulit menyekolahkan anak-anak saya. Tapi saya selalu mengajari mereka sesuatu.
Pernah suatu waktu mereka tidak bisa mengikuti ujian karena saya tak bisa membayar uang sekolah. Pada hari itu, saya akan memberitahu mereka, 'kadang-kadang kita bisa melewatkan ujian karena ujian sesungguhnya kita lalui setiap hari'." 

"Anak saya akan senang..."

Sekarang saya mengemis. Saya akan menitipkan anak saya di satu tempat untuk menunggu saya.
Saya akan mengawasinya sambil mengemis. Saya merasa malu bila dia melihat apa yang saya lakukan.
Bila saya dapat sedikit rezeki, saya akan pulang ke rumah dan mengajak anak saya. Kami akan pergi ke bazar dan anak saya akan membawa bawa. Ketika hujan, kami akan membiarkan tubuh basah dan berbicara tentang impian kami.
Jika tak dapat uang, saya akan pulang. Rasanya ingin mati malamnya. Tapi, ketika anak-anak saya tidur sambil memeluk saya, ada perasaan bahwa 'hidup ini sebenarnya tidak terlalu menyedihkan. Hidup ini terasa menyedihkan hanya jika anak perempuan saya mengemis'."
Tapi hari ini sangat spesial. Karena hari ini anak perempuan saya sangat senang. Hari ini ayahnya bukan seorang pengemis. Hari ini, ayahnya seorang yang kaya dan ini adalah putrinya."


Rabu, 10 Mei 2017

Subhanallah, Kisah Nyata Tukang Becak Bisa Menyekolahkan Anaknya Semua Sampai Sarjana Karena Membaca Doa Ini…

Subhanallah, Kisah Nyata Tukang Becak Bisa Menyekolahkan Anaknya Semua Sampai Sarjana. Tidak ada yang tak mungkin bagi Allah SWT dalam menentukan nasib manusia. Ini merupakan kisah nyata Seorang Tukang Becak Mampu Menyekolahkan Semua Anaknya Sampai Sarjana, meski doa yang dia baca salah,tetapi doa tersebut dikabulkan oleh Allah. Kisah ini pernah disampaikan langsung olehProf. DR. Mahfud MD pada kultum tarawih yang diisi oleh beliau saat masih menjadi ketua Mahkamah Konstitusi.


Pak Mahfud heran bukan kepalang karena tukang becak yang ia temui tersebut mampu menyekolahkan anak-anaknya hingga menjadi sarjana. Diatas kertas hal ini sangat tidak mungkin terjadi karena berapa sih penghasilan seorang tukang becak? Namun Allah Maha Besar, Allah Maha Mengabulkan doa dari seorang hamba.
Hal ini membuat seorang Mahfud MD keheranan. “Pak, saya sungguh heran, bagaimana bisa bapak mampu melakukan itu semua, apa yang sudah bapak lakukan untuk anak-anak bapak?” kurang lebih begitulah pertanyaan beliau kepada laki-laki itu.
Dengan menggunakan bahasa jawa halus tukang becak tersebut menjawab pertanyaan Mahfud.
“Saya hanya menjalankan pekerjaan saya sebaik-baiknya pak.” jawab tukang becak.
“Masak cuma itu saja pak?” timpal Mahfud karena masih penasaran, Sambil berharap ada rahasia lain yang disimpan oleh tukang becak tersebut.
Karena terus didesak, Akhirnya tukang becak itu pun membongkar rahasianya.
“Sejak saya belum menikah, masih muda, saya selalu membaca sebuah doa pak” ungkapnya.
“Maaf Pak, Kalau saya boleh tahu, seperti apa doanya?” tanya Mahfud semakin penasaran.
“Anu pak, doanya sih sebenarnya pendek saja. Lha wong saya saja sebenarnya masih awam agama.” kata si tukang becak tersebut sambil malu-malu.
“Panjang dan pendeknya doa itu sebenarnya tidak masalah, Pak. tapi doanya itu seperti apa ya pak?” kata Mahfud semakin tak sabar ingin tahu doa tersebut.
“Begini pak. Setiap kali saya mengayuh becak, di setiap kayuhan, saya selalu membaca La Wala Wala Kuwata, nggih mung kados mekaten pak (iya, hanya itu saja pak)” jawab tukang becak polos.

Mendengar penuturan tukang becak tersebut. Mahfud MD yang pernah mengenyam pendidikan di pesantren langsung termenung, ia paham bahwa doa yang dimaksud tukang becak tersebut itu adalah bacaan Hauqalah dengan lafadznya ‘La haula wa quwata illa billah’ (Tiada daya upaya kecuali karena Allah )
Hanya karena tukang becak tersebut tak pernah belajar mengaji, maka ia hanya mampu mengingat bacaan itu dan melafadzkan semampunya seperti yang pernah ia dengar.
Tapi bayangkan, Betapa Allah memang Maha Pemurah dan Maha Pemaaf bagi semua hambaNya, kata Mahfud. “Bahkan sebuah dzikir yang keliru pun dikabulkan olehNya.” Tutup Mahfud MD dalam ceramahnya.
Wallahu A’lam.
Sumber : http://kabar-islamiah.blogspot.co.id