Tampilkan postingan dengan label Trending. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Trending. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Mei 2017

Dalam Kondisi Tanpa Celana , Gadis ini Ceritakan Peristiwa Pahit yang Menimpanya. Miris Banget dah!

Nasib nahas menimpa seorang remaja bernama Bunga (nama samaran, Red). Remaja yang baru saja lulus dari SMP Negeri 1 Lewoleba, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) ini nyaris diperkosa oleh temannya sendiri.

Melansir Grid.ID, Sabtu (20/5), peristiwa ini bermula saat korban pesiar dengan sepeda motor yang dikendarai pelaku pada Selasa lalu. Saat itu, korban tak sendirian, ia bersama teman perempuannya, Titin.
Setelah mengantar Titin, dia pun lantas dibawa pelaku ke arah Ile Ape.
Kondisi saat itu sudah gelap.
Saat tiba di hutan, pelaku tiba-tiba menghentikan kendaraan, dan mulai memperlakukan korban secara tidak senonoh.
Pelaku menganiaya korban lalu membuka celana yang dikenakan korban secara paksa.
 Beruntung, korban berhasil kabur dari pria bejat tersebut.
Korban pun lari dari dalam hutan menuju jalan raya.
Setelah beberapa kali permintaan tolongnya diabaikan oleh para pengendara, akhirnya ia ditolong oleh seorang tukang ojek bernama Kristo Doni.
“Waktu saya naik motor (sepeda motor, Red) itu, saya tidak pakai pakaian (celana, Red). Tapi saya nekad saja, karena saya takut,” ungkap korban sambil berlinang air mata.
Oleh tukang ojek tersebut, korban pun dibawa hingga ke kantor polisi.
Dalam keadaan setengah telanjang itu pula, korban menjelaskan semua peristiwa ‘pahit’ yang ia alami sambil berderai air mata.
Hal ini dibenarkan oleh penyidik Polres Lembata. Dia mengatakan ada seorang remaja perempuan datang dalam keadaan setengah telanjang melapor ke polisi.
“Benar, saat tiba di kantor polisi, korban hanya mengenakan baju. Saat itu, polisi langsung menutupi tubuh korban dengan jaket,” ungkap seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya

Kamis, 11 Mei 2017

Ajaib!! Sudah Dikubur 3 Hari, Bayi Ini Ditemukan Masih Hidup, Kok Bisa?

Seorang bayi ditemukan dalam keadaan masih hidup, padahal sudah dikubur selama 3 hari oleh ibunya sendiri yang takut diketahui telah memiliki anak. Bayi laki-laki itu ditemukan oleh seorang karyawan di sebuah perusahaan kayu tempat ibu bayi itu bekerja yang mendengar suara tangisan.

Dikutip dari laman Kompas, peristiwa mengenaskan ini terjadi kota Paddock, provinsi KwaZulu Natal, Afrika Selatan. Kisahnya berawal ketika seorang perempuan berusia 25 tahun asal Izingolweni di provinsi yang sama mengakui perbuatannya kepada polisi.

Polisi mengatakan, perempuan itu menjelaskan dia terpaksa mengubur bayinya karena takut orangtuanya yang akan marah jika mengetahui dia telah memiliki seorang anak.

Beruntung, suara tangisan si bayi kemudian terdengar para pekerja yang kemudian memutuskan untuk mencari bayi malang tersebut. "Mereka melakukan pencarian dan menemukannya tersembunyi di bawah pasir dan kayu," kata Kapten Gerald Mfeka, dari kepolisian setempat.

"Dalam pemeriksaan, ibu bayi itu memngaku bahwa anak tersebut memang anaknya. Perbuatan itu dilakukan karena dia takut kepada orangtuanya," tambah Mfeka.

Mfeka menambahkan, bayi itu adalah anak kedua perempuan tersebut sementara anak pertama berusia empat tahun. "Dia merasa orangtuanya tak akan menyetujui dia memiliki seorang anak lagi," ujar Mfeka. Saat ini, bayi tersebut dirawat di ruang perawatan intensif di rumah sakit regional Port Shepstone.

Sejauh ini belum diketahui apakah perempuan muda itu akan dijerat dakwaan hukum atau malah dibebaskan untuk berkumpul kembali dengan bayinya.

sumber

Rabu, 10 Mei 2017

Astaga, Bukan Minta Diantar, Penumpang Cewek Ini Malah Paksa Driver Ojek Lakukan Hal Ini Padanya. Selengkapnya, Klik Gambar Sekarang!

Tak seperti dulu, kini siapa pun bisa jadi driver ojek.
Apalagi dengan adanya berbagai perusahaan ojek online yang sudah beroperasi.
Tua-muda, laki-laki-perempuan bisa secara bebas bergabung menjadi tukang ojek.

Kemudahan sistem dan penghasilan yang menggiurkan menarik orang-orang untuk mendaftar.
Ojek online bisa diakses dengan aplikasi khusus.
Pelanggan pun bisa menghubungi langsung driver yang akan mengantarnya.
Sistem pemesanan yang seperti ini membuat penumpang dan driver saling mengetahui nomor telepon masing-masing.
 

Tak jarang, komunikasi pun berlanjut di luar urusan mengantar pelanggan.

Seperti yang dialami oleh seorang driver GO-JEK ini.

Kisah ini diunggah oleh pengguna Twitter @BrianHizbin.

Dalam unggahannya tersebut, netizen ini membagikan foto percakapan seorang driver GO-JEK dengan pelanggannya.

Di layar ponsel terlihat bahwa pesan tersebut berasal dari seorang pelanggan bernama Maya.

Anehnya, Maya tak mengirim pesan untuk minta diantar sang driver.

Maya justru coba menyapa sang driver dan menanyakan dimana keberadaannya.

Sang driver yang tak diketahui namanya ini pun mencoba menjawab.

Ia mengatakan bahwa ia sedang berada di rumah bersama istri dan anaknya.

Sang driver juga mengatakan bahwa ia sedang tidak bekerja pada saat itu.


Saat ditanya apa maksud Maya menghubunginya, perempuan itu memberi jawaban yang tak terduga.
"Gak tau kenapa kok aku kebayang-bayang wajah mas terus ya," tulis penumpang ini.

Tak hanya itu, Maya juga bertanya apakah sang driver bisa berkunjung ke rumahnya lagi.
Sontak pernyataan Maya ini membuat sang driver bingung.
Ia pun mencoba menjelaskan bahwa ia sudah memiliki istri dan 2 anak.
Namun, seakan tak mempermasalahkan kenyataan tersebut, Maya kembali memberi balasan tak terduga.
Ia mengaku tak mempermasalahkan status sang driver asalkan laki-laki tersebut bisa membagi waktu dengannya.
Sang driver pun lagi-lagi mencoba menjelaskan kondisinya yang hanya seorang tukang ojek.
Tak disangka, penumpang ini justru memberi pernyataan yang semakin mengejutkan.

Ia mengaku tak mempermasalahkan status sosial sang driver.
Perempuan ini bahkan menawarkan untuk membantu perekonomian sang driver.
Ia mengaku ikhlas jadi istri kedua asal sang driver lah yang jadi suaminya.

Ternyata, kisah ini bermula saat sang driver dipersilahkan meneduh di rumahnya saat hujan.
Bahkan, saat sedang meneduh, sang driver disuguhi makanan juga.
Hubungan mereka pun akhirnya berlanjut melalui percakapan WhatsApp

Sang driver pun menganggap kejadian ini sebagai ujian.
Ternyata, bukan sekali ini saja sang driver mengalami kejadian seperti ini.
Dalam potongan percakapan di grup driver ojek, ia mengaku sering mengalami situasi serupa.
Masih belum diketahui bagaimana kelanjutan kisah ini.
Semoga saja sang driver tetap sabar, ya.




Selasa, 09 Mei 2017

Ini Dia 8 Kelakukan Cowok yang Paling Dibenci Cewek


Bukan berarti cewek juga tidak menyebalkan, tapi dalam artikel ini kita akan membahas sepenuhnya soal kelakukan cowok yang paling dibenci cewek. Jadi, untuk kamu para cowok sebaiknya baca artikel ini baik-baik ya, supaya kamu tetap menjadi nomor satu dihatinya.

Posesif.
Banyak cowok yang berpikir bahwa ketika mereka menjadi seorang pacar, itu artinya si cewek sudah menjadi hak miliknya yang sah. Mereka selalu ingin mengontrol apapun yang dilakukan oleh para cewek, darimulai tingkah laku hingga semua ucapan. Pada kenyataannya, cowok tidak memiliki hak untuk mengatur itu semua.

Jorok.
Ini adalah salah satu kelakuan cowok yang paling menyebalkan. Tidak bisa menjaga kebersihan, bahkan kamarnya sendiri juga terlihat sangat berantakan. Jika dikasih tahu, maka mereka bisanya cuma marah.

Tidak Sensitif.
Ketika si cewek ingin dimanja, sayangnya kamu para cowok malah asyik main game seakan tidak mengerti apa yang dinginkan oleh pacarnya sendiri. Hmm, kalau ceweknya sudah mendapatkan perhatian dari cowok lain baru deh mereka bisa mikir.

Suka Marah atau Mengeluh.
Kalau soal ngomel-ngomel alias marah memang cowok juaranya. Cowok selalu mengeluh tentang apapun, mereka seakan tidak pernah puas, dan bahkan terkadang mereka juga tidak menghargai dirinya sendiri.

Tidak Bisa Dipercaya.
 Cowok kebanyakan janji, mereka lupa bahwa yang setiap cewek inginkan adalah bukti nyata, bukan hanya omong kosong. Jika mereka sudah membuat sebuah komitmen seharusnya mereka bisa lebih bertanggung jawab.

Selalu Menunda Pekerjaan.
Cowok memang paling hobi menunda segala pekerjaan yang seharusnya bisa ia selesaikan dengan cepat. Mereka bahkan sepertinya sangat malas untuk membuktikan keberadaan mereka didalam rumah, itu artinya mereka tidak bisa untuk diajak gotong royong.

Selalu Ingin Jadi Pusat Perhatian.
Para cowok menikmati jika mereka sedang menjadi pusat perhatian. Para cowok tidak suka mendapat kritikan, mereka selalu menganggap diri merekalah yang paling benar.

Genit.
Kelakukan yang satu ini pastinya berada di peringkat paling teratas. Ya, cowok paling tidak bisa menjaga matanya dari cewek-cewek kece yang ia lihat di jalan atau dimanapun dia berada

Itulah 8 kelakuan cowok yang paling dibenci cewek. Menjadi diri sendiri itu baik, tapi kalau soal kelakuan jelek, sebaiknya memang harus diperbaiki. Jadi, untuk kamu para cowok mulai detik ini ubahlah kelakukan kamu yang menyebalkan itu.

sumber : bintang.com

Deer Photographed Gnawing On Human Remains For The First Time, Share to Your Friends!

For the very first time, scientists have photographed a deer gnawing human remains, in what's quickly becoming a PR disaster for Bambi.


The man-eating deer was documented by a motion-sensitive camera at the Forensic Anthropology Research Facility at Texas State University, a 10-hectare (26 acres) "body farm" where forensic scientists study how human bodies decompose in the wild. Although a big part of this is seeing how wild animals interact with the body, they were not expecting a white-tailed deer to come to the table.

This is “the first known photographic evidence of deer gnawing human remains,” the researchers explained in their study, recently published in the Journal of Forensic Sciences. They witnessed at least one deer scavenging and then “holding the bone in its mouth like a cigar” on two separate occasions during January 2015. The body had been decomposing for 182 days and had already been scavenged by vultures that removed much of the soft tissue. So by this point, it's likely to deer was chewing the dry bone.

Research has previously shown that deer occasionally gnaw on the bones of other (non-human) animals as it provides them with phosphorus, calcium, sodium, and other minerals their diet can't provide during the depths of winter. On top of that, deer are also known to eat meat occasionally and scavenge on live small mammals or birds, despite being widely regarded as herbivores.

This unprecedented phenomenon is also insightful to the researchers in terms of forensic science, not just animal behavior. They recovered the chewed bones and analyzed the distinctive markings left by the deer for future reference. They noted that now we can recognize it, it's important for forensic experts to consider deer scavenging when analyzing weathered bones in death investigations.

Ini dia 10 Rahasia Terbesar Pria yang Disembunyikan dari Wanita


Terkadang mencoba memahami pria sama seperti membaca buku dalam bahasa yang tidak dimengerti. Kadang anda tidak mengerti alasan dia berbuat berperilaku seperti itu. Anda mungkin merasa pria adalah gudang dari rasa malas dan tidak peduli.

Pria hanya menyukai hal yang tidak ribet dan sederhana. Misalnya ketika menentukan warna merah, pria akan memilihnya. Tidak akan berpikir ulang dan membandingkan dengan segala aspek lainnya. Namun tidakkah anda tahu bahwa pria memiliki rahasia besar. Berikut rahasia yang disembunyikan pria dari wanita:
  • Pria Suka Dipeluk
  • Kabar baik bagi anda yang sering memeluk pasangan karena pria sebenarnya menyukai hal tersebut. Hanya saja banyak pria yang enggan mengakuinya karena pelukan adalah gestur yang terkesan sangat feminin. Berpelukan adalah salah satu cara untuk meningkatkan intimasi dengan pasangan tanpa bertindak terlalu seksual. Tidak jarang pria juga melakukan gestur ini untuk memperdalam hubungan dengan anda.

  • Pria Ingin Dipuji Tentang Penampilannya
  • Bukan wanita yang suka dipuji tentang penampilan, pria pun menginginkan hal yang sama. Karena pria cenderung terlihat tangguh, wanita terkadang lupa kalau dia juga memiliki rasa tidak percaya diri. Mengatakan pada pria kalau anda menyukai potongan rambutnya atau cara berpakaiannya adalah salah satu cara jitu untuk mengambil hatinya. Hal ini tidak hanya menambah rasa percaya dirinya tetapi juga membuat dia semakin tertarik dengan anda.

  • Pria Tidak Ingin Selalu Tampil Kuat
  • Pria mungkin menikmati melakukan hal-hal yang dapat membuatnya terlihat kuat. Namun bukan berarti pria selalu ingin tampil seperti itu di depan pasangannya. Terkadang pria juga berada pada titik terlemah dan membutuhkan dukungan dari anda. Berhasil menunjukkan rasa peduli dan dukungan adalah daya tarik paling besar bagi pria.

  • Pria Ingin Membuat Wanita Kagum
  • Anda mungkin tidak menyadarinya tapi pria melakukan banyak hal hanya untuk membuat wanita kagum padanya. Dia tidak ragu untuk melakukan hal-hal yang di luar kebiasaannya hanya untuk menarik perhatian anda. Bagi pria, hal tersebut tidak akan menjadi masalah asalkan ada wanita yang merasa kagum dengannya.

  • Pria Juga Suka Film Komedi Romantis Favorit Anda
  • Jangan langsung percaya jika dia mengatakan tidak suka dengan film komedi romantis favorit anda. Karena bisa jadi dia diam-diam menyukainya. Bisa saja dia sebenarnya mengakui kalau "The Notebook" adalah film paling romantis yang pernah dia tonton. Tetapi hal ini tentu saja akan menjadi rahasia kecil yang tidak akan dia beritahukan pada siapapun. Terutama kepada anda!
Pria memiliki pemikiran dan sudut pandang dari wanita. Yang kadang tidak anda mengerti. Berikut rahasia lainnya dari pria yang disembunyikan dari wanita:
  • Pria ingin Dimengerti dan Dipahami
  • Dibalik sosok yang ingin terlihat tegas dan ingin tampil dengan rasa tanggung jawabnya tersebut, ternyata membutuhkan pengertian dari wanita yang menjadi pasangannya. Dalam berbagai kesempatan, apa yang dia lakukan memang apa yang menjadi keputusannya. Namun tanpa pengertian dan pemahaman dari pasangannya, dia akan merasa kosong dan tidak berarti. Penting baginya untuk mendapatkan dukungan dari wanita pasangannya.

  • Pria Benci Dibandingkan dengan Mantan
  • Pria hanyalah manusia biasa yang memiliki kelemahan dan juga kelebihan. Saat dibanding-bandingkan dengan mantan maka hal itu akan membuat pria merasa dihakimi atas kekurangannya. Mengapa sebagai wanita anda sebaiknya tidak membanding-bandingkan pria dengan mantan? Jawabannya karena anda sendiri bahkan belum tentu lebih baik dari mantannya terdahulu.

  • Pria Bisa Sangat Tergila-gila pada Wanita
  • Saat pria jatuh cinta, rasanya bisa lebih besar dari wanita. Saat pria menjadi setia, kesetiaan juga bisa jauh lebih besar daripada wanita. Apa yang membuatnya demikian? Hal itu terjadi karena pria memiliki hormon testosteron lebih banyak daripada wanita.

  • Pria Suka Wanita Berkarakter Mirip Ibunya
  • Jika pria sering membicarakan ibunya di depan wanita itu artinya dia ingin memiliki pasangan yang berkarakter mirip dengan ibunya. Alasan tak terbantahkan untuk hal ini adalah karena pria menganggap ibunya sebagai sosok panutan. Jadi tak heran jika para pria mengidam-idamkan pasangan hidup yang sesuai dengan panutannya bukan?

  • Jatuh cinta Membuat Pria Tak Bisa Melihat Sisi Buruk Wanita
  • Cinta membutakan hati para pria sehingga tidak dapat melihat sisi negatif dari orang yang dicintainya. Wanita yang ada dihatinya akan selalu tampak sempurna dan tidak memiliki sedikitpun cacat dimatanya. Saat jatuh cinta, akal sehat para pria cenderung tertutupi dan dikendalikan oleh perasaan serta hasrat cinta yang berjalan di luar logika.

  • Egois Tanda Dia Tak Cintai Pasangannya
  • Saat pria jatuh cinta maka apa pun akan ia lakukan untuk membuat orang yang dicintainya bahagia. Begitupun sebaliknya, jika pria tidak menunjukkan sikap tersebut maka cinta yang ada dihatinya perlu dipertanyakan keberadaannya. Apabila demikian yang terjadi, kemungkinan besar pria tidak benar-benar mencintai pasangannya secara tulus. Hal tersebut dapat terungkap dari perilakunya yang semakin egois dari waktu ke waktu.
Terlepas dari kenyataan kalau pria terlihat kuat, dia sebenarnya menyimpan banyak rahasia. Anda hanya perlu memahaminya dan mengerti pria. Mengubah dia berperilaku seperti anda hanya membuat masalah.

sumber : wowkeren.com

Why Everything We Know About Salt May Be Wrong, The Fact is Mind-Blowing! Share This!

The salt equation taught to doctors for more than 200 years is not hard to understand.

The body relies on this essential mineral for a variety of functions, including blood pressure and the transmission of nerve impulses. Sodium levels in the blood must be carefully maintained.

If you eat a lot of salt — sodium chloride — you will become thirsty and drink water, diluting your blood enough to maintain the proper concentration of sodium. Ultimately you will excrete much of the excess salt and water in urine.

The theory is intuitive and simple. And it may be completely wrong.

New studies of Russian cosmonauts, held in isolation to simulate space travel, show that eating more salt made them less thirsty but somehow hungrier. Subsequent experiments found that mice burned more calories when they got more salt, eating 25 percent more just to maintain their weight.

The research, published recently in two dense papers in The Journal of Clinical Investigation, contradicts much of the conventional wisdom about how the body handles salt and suggests that high levels may play a role in weight loss.
Continue reading the main story
RELATED COVERAGE

    F.D.A. Proposes Guidelines for Salt Added to Food JUNE 1, 2016
    WELL
    Should You Salt a Child’s Food? AUG. 12, 2016
    The Single Most Important IngredientAPRIL 25, 2017

The findings have stunned kidney specialists.

“This is just very novel and fascinating,” said Dr. Melanie Hoenig, an assistant professor of medicine at Harvard Medical School. “The work was meticulously done.”

Dr. James R. Johnston, a professor at the University of Pittsburgh, marked each unexpected finding in the margins of the two papers. The studies were covered with scribbles by the time he was done.

“Really cool,” he said, although he added that the findings need to be replicated.

The new studies are the culmination of a decades-long quest by a determined scientist, Dr. Jens Titze, now a kidney specialist at Vanderbilt University Medical Center and the Interdisciplinary Center for Clinical Research in Erlangen, Germany.

In 1991, as a medical student in Berlin, he took a class on human physiology in extreme environments. The professor who taught the course worked with the European space program and presented data from a simulated 28-day mission in which a crew lived in a small capsule.

The main goal was to learn how the crew members would get along. But the scientists also had collected the astronauts’ urine and other physiological markers.

Dr. Titze noticed something puzzling in the crew members’ data: Their urine volumes went up and down in a seven-day cycle. That contradicted all he’d been taught in medical school: There should be no such temporal cycle.

In 1994, the Russian space program decided to do a 135-day simulation of life on the Mir space station. Dr. Titze arranged to go to Russia to study urine patterns among the crew members and how these were affected by salt in the diet.

A striking finding emerged: a 28-day rhythm in the amount of sodium the cosmonauts’ bodies retained that was not linked to the amount of urine they produced. And the sodium rhythms were much more pronounced than the urine patterns.

The sodium levels should have been rising and falling with the volume of urine. Although the study wasn’t perfect — the crew members’ sodium intake was not precisely calibrated — Dr. Titze was convinced something other than fluid intake was influencing sodium stores in the crew’s bodies.

The conclusion, he realized, “was heresy.”

In 2006, the Russian space program announced two more simulation studies, one lasting 105 days and the other 520 days. Dr. Titze saw a chance to figure out whether his anomalous findings were real.

In the shorter simulation, the cosmonauts ate a diet containing 12 grams of salt daily, followed by nine grams daily, and then a low-salt diet of six grams daily, each for a 28-day period. In the longer mission, the cosmonauts also ate an additional cycle of 12 grams of salt daily.

Like most of us, the cosmonauts liked their salt. Oliver Knickel, 33, a German citizen participating in the program who is now an automotive engineer in Stuttgart, recalled that even the food that supplied 12 grams a day was not salty enough for him.

When the salt level got down to six grams, he said, “It didn’t taste good.”

The real shocker came when Dr. Titze measured the amount of sodium excreted in the crew’s urine, the volume of their urine, and the amount of sodium in their blood.

The mysterious patterns in urine volume persisted, but everything seemed to proceed according to the textbooks. When the crew ate more salt, they excreted more salt; the amount of sodium in their blood remained constant, and their urine volume increased.

“But then we had a look at fluid intake, and were more than surprised,” he said.

Instead of drinking more, the crew were drinking less in the long run when getting more salt. So where was the excreted water coming from?

“There was only one way to explain this phenomenon,” Dr. Titze said. “The body most likely had generated or produced water when salt intake was high.”

Another puzzle: The crew complained that they were always hungry on the high-salt diet. Dr. Titze assured them that they were getting exactly enough food to maintain their weights, and were eating the same amount on the lower-salt diets, when hunger did not seem to be problem.

But urine tests suggested another explanation. The crew members were increasing production of glucocorticoid hormones, which influence both metabolism and immune function.

To get further insight, Dr. Titze began a study of mice in the laboratory. Sure enough, the more salt he added to the animals’ diet, the less water they drank. And he saw why.

The animals were getting water — but not by drinking it. The increased levels of glucocorticoid hormones broke down fat and muscle in their own bodies. This freed up water for the body to use.

But that process requires energy, Dr. Titze also found, which is why the mice ate 25 percent more food on a high-salt diet. The hormones also may be a cause of the strange long-term fluctuations in urine volume.

Scientists knew that a starving body will burn its own fat and muscle for sustenance. But the realization that something similar happens on a salty diet has come as a revelation.

People do what camels do, noted Dr. Mark Zeidel, a nephrologist at Harvard Medical School who wrote an editorial accompanying Dr. Titze’s studies. A camel traveling through the desert that has no water to drink gets water instead by breaking down the fat in its hump.

One of the many implications of this finding is that salt may be involved in weight loss. Generally, scientists have assumed that a high-salt diet encourages a greater intake of fluids, which increases weight.

But if balancing a higher salt intake requires the body to break down tissue, it may also increase energy expenditure.

Still, Dr. Titze said he would not advise eating a lot of salt to lose weight. If his results are correct, more salt will make you hungrier in the long run, so you would have to be sure you did not eat more food to make up for the extra calories burned.

And, Dr. Titze said, high glucocorticoid levels are linked to such conditions as osteoporosis, muscle loss, Type 2 diabetes and other metabolic problems.

But what about liquids? Everyone knows that salty foods make you thirsty. How could it be that a high-salt diet made the cosmonauts less thirsty?

In reality, said Dr. Zeidel, people and animals get thirsty because salt-detecting neurons in the mouth stimulate an urge to drink. This kind of “thirst” may have nothing to do with the body’s actual need for water.

These findings have opened up an array of puzzling questions, experts said.

“The work suggests that we really do not understand the effect of sodium chloride on the body,” said Dr. Hoenig.

“These effects may be far more complex and far-reaching than the relatively simple laws that dictate movement of fluid, based on pressures and particles.”

She and others have not abandoned their conviction that high-salt diets can raise blood pressure in some people.

But now, Dr. Hoenig said, “I suspect that when it comes to the adverse effects of high sodium intake, we are right for all the wrong reasons.”