Tampilkan postingan dengan label ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibu. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Maret 2017

Penyebab Kram Perut Saat Hamil Muda dan Cara Mengatasinya

Informasi Kesehatan - Meskipun biasa terjadi, kram perut ketika hamil muda bisa jadi pengalaman yang sangat tidak mengenakkan jika Anda yang mengalaminya sendiri. Pada prinsipnya, kram merupakan respon rahim Anda terhadap apa saja yang mungkin menstimulasinya. Rahim tersusun dari sekumpulan otot, dan satu-satunya hal yang diketahui oleh otot adalah berelaksasi dan berkontraksi.

Jika rahim sedang dalam keadaan berkontraksi, sensasi inilah yang Anda rasakan sebagai kram. Ini artinya, kapanpun rahim Anda mengalami kontak dengan stimulus dari sekitarnya (seperti misalnya konstipasi, kandung kemih yang penuh atau aktivitas yang agak berat), respon alami rahim Anda adalah dengan berkontraksi, yang Anda persepsikan sebagai sensasi kram.

Dengan demikian, kram yang Anda rasakan selama masa kehamilan, utamanya kram perut saat hamil muda, tidak selalu berarti ada masalah dalam kehamilan Anda. Akan tetapi, kram  sebagai pertanda adanya kondisi medis serius yang harus diwaspadai. Yang paling penting bagi ibu hamil dan anggota keluarga di sekelilingnya adalah mengetahui kapan tidak perlu mencemaskan kram yang timbul, dan kapan harus berkonsultasi ke tenaga kesehatan atau dokter kandungan.

Penyebab Kram Perut Saat Hamil Muda (Trimester Pertama Kehamilan)


Ketika sel telur yang sudah dibuahi oleh sel sperma menempel ke dinding rahim, biasanya akan timbul kram yang rasanya mirip dengan kram ketika seorang wanita akan mendapat menstruasi. Tidak heran jika dikatakan bahwa bagi wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya hamil, timbulnya kram perut adalah salah satu tanda-tanda awal kehamilan. Kram perut ringan kadang juga disertai dengan bercak darah yang keluar sekitar 8-10 hari pasca ovulasi dan biasanya darah hanya keluar selama 1 atau 2 hari. Selain itu, penyebab kram perut saat hamil muda dapat berupa:

Aliran darah menuju rahim

Selama hamil, tubuh akan memasok lebih banyak darah menuju rahim dibandingkan dengan ketika Anda tidak hamil. Hal ini akan menimbulkan sensasi seperti tertekan pada area rahim. Jika kram seperti ini timbul, cobalah untuk berbaring atau mandi berendam dengan air hangat untuk meredakannya.
Baca juga : 8 jenis makanan penyebab keguguran yang wajib di hindari

Perut kembung dan konstipasi

Pada saat hamil, terjadi peningkatan kadar hormon progesteron. Efek hormon progesteron adalah membuat saluran pencernaan mengalami relaksasi. Sebagai konsekuensinya, proses pencernaan berjalan lebih lambat yang menyebabkan perut kembung dan (kadang) konstipasi. Baik perut kembung maupun konstipasi dapat menyebabkan kram pada perut Anda. Bahkan, kram yang diakibatkan oleh perut kembung dan konstipasi dapat juga timbul pada trimester kedua dan ketiga kehamilan.

Hal ini dapat Anda cegah dengan mengkonsumsi makanan kaya serat, memecah jadwal makan menjadi beberapa kali dalam sehari dengan porsi kecil, makan perlahan-lahan dan minum banyak air. Jika cara-cara tersebut tidak berhasil, dokter Anda mungkin akan merekomendasikan obat pelunak feses yang aman untuk ibu hamil.

Kehamilan ektopik

Kondisi yang disebut dengan kehamilan ektopik ini terjadi apabila sel telur yang telah dibuahi menempel di tempat lain selain di rongga rahim (sebagian besar kasus kehamilan ektopik terjadi di tuba falopi). Kehamilan ektopik dapat memicu kram perut saat hamil muda yang berat, menetap, dan makin parah seiring berlalunya waktu. Selain kram perut, kehamilan ektopik dapat dikenali berdasarkan tanda dan gejala yang lain seperti pendarahan dari jalan lahir, pusing, berkunang-kunang, dan ingin pingsan.

Jika terdapat tanda-tanda tersebut pada masa kehamilan Anda, segera pergi ke dokter. Diagnosa kehamilan ektopik akan ditegakkan melalui serangkaian pemeriksaan, USG, dan tes darah. Namun jika Anda sudah melakukan USG pada trimester pertama kehamilan Anda dan segala sesuatunya tampak normal, Anda dapat menyingkirkan kehamilan ektopik sebagai penyebab kram perut saat hamil muda yang Anda rasakan.

Keguguran

Kram perut saat hamil muda yang dihubungkan dengan kejadian keguguran biasanya timbul di perut, punggung bawah, dan/atau di area pinggul serta dibarengi dengan keluarnya darah dari organ kewanitaan. Terkadang sulit untuk membedakan apakah kram yang dirasakan karena keguguran, atau karena penempelan sel telur pada dinding rahim. Untuk itu, biasanya untuk membedakan adalah karakteristik darah yang keluar.

Darah yang keluar karena penempelan sel telur pada dinding rahim hanya berupa bercak dan hanya terjadi selama 1 atau 2 hari. Sedangkan darah yang keluar karena keguguran makin lama makin banyak, dan dapat berlangsung hingga beberapa hari lamanya.

Perlu diingat bahwa kram perut bukan penyebab dari keguguran itu sendiri. Keguguran adalah ketika janin tidak mengalami perkembangan yang baik, dan kemudian tubuh ibu merespon dengan mengakhiri kehamilan tersebut. Kram yang dirasakan ketika keguguran adalah karena darah dan jaringan luruh dari dinding rahim, yang menyebabkannya berkontraksi.

Kram Perut yang Berlanjut Hingga Trimester Kedua dan Ketiga Kehamilan

Seiring dengan bertambahnya ukuran rahim, jaringan abdomen yang menyangga rahim akan meregang, yang terkadang menimbulkan nyeri di salah satu sisi perut dan menyebar hingga pinggul atau sela-sela paha. Kram ini sering timbul ketika melakukan aktivitas yang agak intens, bersin, batuk, tertawa, atau ketika Anda melakukan suatu gerakan yang mendadak. Anda bisa meredakan kram tersebut dengan beristirahat dan bergeraklah perlahan ketika akan mengubah posisi. Penyebab lain dari kram perut dapat berupa:


Kontraksi palsu

Kontraksi palsu atau yang disebut dengan Braxton Hicks biasanya dimulai pada minggu ke-20 kehamilan. Ini adalah cara tubuh Anda mempersiapkan diri akan proses persalinan yang sesungguhnya. Sensasi kram yang timbul tidak berlangsung lama dan tidak memiliki pola yang teratur. Ketika Anda mengalaminya, cobalah untuk mengubah posisi (jika Anda berdiri, cobalah duduk atau berbaring).


Solusio plasenta

Selain berbagai kemungkinan penyebab kram yang disebutkan di atas, kram juga dapat disebabkan oleh kondisi medis yang serius seperti solusio plasenta. Solusio plasenta adalah lepasnya plasenta dari dinding rahim, baik sebagian maupun keseluruhan dari plasenta. Selain kram hebat, solusio plasenta ditandai dengan nyeri punggung dan pendarahan dari jalan lahir.

Preeklamsia

Preeklamsia adalah suatu kondisi yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah yang terjadi secara mendadak dan adanya protein dalam air seni. Preeklamsia juga biasanya dibarengi dengan nyeri kepala hebat, pandangan kabur, mual muntah, pembengkakan di wajah dan tangan, serta susah untuk bernafas. Baik preeklamsia maupun solusio plasenta adalah kondisi medis serius yang dapat membahayakan ibu dan janin, sehingga jangan tunda untuk pergi ke dokter secepatnya.

Tanda persalinan

Selain itu, kram perut yang timbul dengan pola teratur, tidak menghilang sekalipun Anda mencoba mengubah posisi, makin lama makin kuat dan makin rapat intervalnya bisa jadi merupakan tanda persalinan. Jika hal ini Anda alami sebelum usia kehamilan Anda menginjak 37 minggu, Anda mungkin akan mengalami persalinan prematur. Segera hubungi dokter atau bidan Anda.

Kini Anda telah mengetahui apa saja penyebab kram perut saat hamil muda, dimana penyebab itu dapat bertahan bahkan sampai trimester kedua dan ketiga kehamilan. Meskipun telah disampaikan karakteristik kram yang tidak perlu Anda cemaskan, jangan sampai hal itu menghalangi Anda untuk menghubungi dokter jika memang itu menjadi perhatian Anda. Terima kasih atas kunjungan anda semoga informasi Kesehatan tersebut bermanfaat untuk anda semua. 

8 Jenis Makanan Penyebab Keguguran Yang Wajib Dihindari

Informasi Kesehatan - Makanan penyebab keguguran memang sepatutnya harus dihindari oleh para ibu hamil, agar janin yang berada di dalam kandungannya tetap dalam kondisi sehat sampai lahir. Pada umumnya para ibu hamil memang dituntut banyak saat memilih menu makanan yang akan dikonsumsi, di mana tujuannya agar nutrisi untuk ibu hamil dan janin yang ada dalam kandungan bisa terpenuhi.

Banyak sekali jenis-jenis makanan sehat yang baik dikonsumsi untuk ibu hamil. Akan tetapi, ada juga beberapa jenis makanan yang ternyata bisa mengakibatkan keguguran jika dikonsumsi sang ibu saat hamil. Mungkin jenis-jenis makanan tersebut dinilai aman-aman saja jika dikonsumsi oleh orang yang tidak hamil, bahkan diantaranya juga mengandung banyak vitamin dan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Buah-buahan pun tidak selalu menyehatkan untuk ibu hamil. Perbanyak konsumsi kurma, alpukat, manggis atau buah naga karena merupakan buah-buahan yang bagus untuk ibu hamil. Hindari buah nanas, pepaya muda maupun durian, selain tidak baik dikonsumsi saat hamil, juga dapat memicu keguguran.

Oleh karena itu, penting sekali bagi para ibu hamil untuk mengetahui berbagai makanan penyebab keguguran yang harus dihindari agar bisa terbebas dari risiko tersebut. Dan pada artikel ini kami akan membahas lebih lanjut mengenai 8 jenis makanan yang dinilai berbahaya, hingga bisa menyebabkan keguguran. Makanan apa saja yang tidak boleh dikonsumsi ibu hamil? Berikut ulasan selengkapnya.

8 Jenis Makanan Penyebab Keguguran yang Harus Dihindari


Pada umumnya keguguran terjadi pada umur kehamilan muda atau masih dalam minggu-minggu awal kehamilan. Selama 12 minggu pertama kehamilan (trimester ke-1) adalah masa yang paling rentan terjadi keguguran pada ibu hamil. Ada banyak sekali penyebab keguguran yang mungkin terjadi dan sering dialami oleh ibu hamil. Beberapa faktor atau penyebab keguguran tersebut bisa terjadi dari luar tubuh bisa juga dari dalam tubuh sang ibu.

Survey menunjukkan bahwa peristiwa keguguran janin ini bisa terjadi pada satu dari lima kehamilan. Bahkan diantara 1 dari 100 pasangan, bisa terjadi seorang ibu yang keguguran sebanyak tiga kali berturut-turut. Nah, diantara banyak penyebab keguguran, salah satunya adalah faktor makanan. Dan berikut ini adalah 8 jenis makanan penyebab keguguran yang harus dihindari oleh ibu hamil.

Nanas


Nanas termasuk makanan yang dapat memicu keguguran. Bagi Anda yang sedang hamil muda, disarankan agar Anda tidak terlalu sering atau tidak terlalu banyak mengkonsumsi nanas dan olahannya. Di dalam buah nanas terkandung enzim yang bernama Protease Bromealin, yang jika dilihat secara kimiawi senyawa tersebut sama dengan Papain yang terkandung dalam pepaya muda. Oleh karena itu, dimungkinkan juga nanas akan memberikan efek yang sama dengan pepaya muda, yaitu bisa mengakibatkan keguguran pada ibu hamil muda. (baca: buah untuk ibu hamil muda)

Kepiting


Olahan kepiting mungkin merupakan salah satu jenis seafood yang rasanya sangat lezat dan banyak difavoritkan oleh masyarakat. Kepiting juga diketahui memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi dan banyak manfaatnya untuk kesehatan. Akan tetapi di balik kenikmatan dan kandungan nutrisi kepiting, ternyata para ibu hamil harus menghindarinya karena kepiting juga bisa menjadi salah satu makanan penyebab keguguran jika dikonsumsi selama tiga bulan pertama usia kandungan. Kepiting bisa mengakibatkan ukuran rahim menyusut. Selain itu kepiting juga bisa mengakibatkan perdarahan genital hingga keguguran kandungan.


Buah Delima

Makanan penyebab keguguran kandungan berikutnya adalah buah delima. Namun demikian, bukan berarti Anda akan langsung keguguran saat pertama kali minum jus atau makan buah delima. Buah delima bisa menyebabkan keguguran saat dikonsumsi secara berlebihan, yang akan menyebabkan terjadinya kontraksi hingga kram pada rahim. Jika kram yang muncul sangat hebat maka harus diwaspadai, karena hal itu merupakan salah satu tanda-tanda keguguran. Dan perlu Anda ketahui bahwa sebenarnya biji buah delima adalah yang paling berbahaya untuk ibu hamil.


Ikan


Sebenarnya ikan mengandung banyak protein dan juga vitamin yang tentu dibutuhkan oleh para ibu hamil. Akan tetapi saat Anda tengah menjalani masa tiga bulan pertama masa kehamilan, Anda disarankan untuk tidak terlalu banyak mengkonsumsi jenis ikan kaleng. Jenis ikan kaleng diketahui mengandung banyak bahan pengawet dan berbagai bahan kimia lainnya yang bisa berdampak meningkatkan tekanan darah pada ibu hamil. Pengawet yang terkandung pada ikan kaleng juga bisa mengakibatkan retensi air. Selain itu Anda juga harus menghindari jenis makanan penyebab keguguran dari ikan yang hidup di air yang sudah tercemar.

Pepaya Muda


Buah yang sebaiknya dihindari oleh para ibu hamil selanjutnya adalah jenis pepaya muda. Jenis pepaya muda diketahui sangat berbahaya bagi perkembangan embrio. Senyawa yang terkandung pada pepaya muda bisa saja mengakibatkan kontraksi kuat pada rahim sang ibu sehingga cukup berpotensi keguguran. Bahkan pada penelitian yang sudah dipraktekkan pada hewan tikus, sebagian besar tikus mengalami keguguran saat mengkonsumsi pepaya. Akan tetapi sampai saat ini juga masih dilakukan penelitian apakah semua jenis pepaya matang bisa menjadi makanan penyebab keguguran atau tidak.

Durian

Bagi anda penggemar durian, sebaiknya menghindari konsumsi buah ini selama masa kehamilan. Kandungan asam arachidonat dan alkohol dalam durian yang membuat buah ini tidak cocok dikonsumsi ibu hamil. Asam arachidonat akan memicu pembentukan prostaglandin yang merangsang kontraksi dan berakibat fatal bagi janin. Sedangkan alkohol menyebabkan kelahiran prematur dan juga bayi lahir dengan berat tubuh rendah. Dalam jumlah banyak alkohol dapat menyebabkan keguguran.


Daging dan Telur

Sebenarnya dua makanan ini tidak sepenuhnya dilarang karena menjadi makanan penyebab keguguran kandungan. Hanya aja para ibu hamil harus tetap berhati-hati saat mengkonsumsi berbagai jenis daging dan telur yang dimasak setengah matang atau bahkan masih mentah. Konsumsi daging dan telur yang mentah atau masih setengah matang bisa saja menjadi pemicu keguguran kandungan. Bahkan dalam keadaan matang pun para ibu hamil juga disarankan agar tidak terlalu banyak mengkonsumsi daging dan telur.

Keju

Ternyata makan keju juga harus dihindari saat ibu hamil muda. Bukan karena kandungannya yang berbahaya, karena kita ketahui bersama bahwa keju juga menyimpan banyak manfaat. Pada masa kehamilan, para ibu hamil disarankan untuk tidak mengkonsumsi keju lembut yang dibuat dari susu yang tidak dipasteurisasi terlebih dahulu. Jenis keju tersebutlah yang diketahui bisa menjadi salah satu penyebab keguguran. Oleh karena itu, usahakan agar Anda benar-benar memilih keju yang berkualitas dan aman untuk kesehatan.

Berbagai Penyebab Keguguran selain Faktor Makanan

Selain disebabkan oleh makanan penyebab keguguran, ada berbagai penyebab lain yang perlu diwaspadai. Beberapa penyebab tersebut adalah kurangnya nutrisi selama kehamilan (terutama asam folat), terjadinya infeksi, dan juga gaya hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok dan minum alkohol. Hal-hal tersebut merupakan penyebab janin tidak berkembang yang beresiko menjadi keguguran. Aktivitas fisik yang berlebihan juga harus dihindari, apalagi saat masih hamil muda. Tetap lakukan aktivitas-aktivitas fisik ringan supaya tubuh Anda tetap sehat.

Selama kehamilan penting untuk sering memeriksakan kehamilan Anda ke dokter, untuk mengetahui perkembangan janin dan juga mewaspadai dan mencegah berbagai gangguan kesehatan yang mungkin muncul selama kehamilan ini. Demikian artikel mengenai makanan penyebab keguguran ini, semoga dapat bermanfaat bagi Anda para ibu hamil agar lebih berhati-hati menjaga kehamilan.

Demikian informasi kesehatan tentang makanan penyebab keguguran yang wajib di hindari, semoga artikel tersebut bermanfaat bagi anda semua, terimakasih.

Minggu, 12 Maret 2017

7 Mitos Tanda Mengandung Anak Perempuan

Informasi Kesehatan - Begitu banyak mitos yang beredar di kalangan masyarakat mengenai tanda hamil anak perempuan yang perlu dikaji ulang kebenarannya. Kebanyakan dari mitos ini memang sudah dipercaya turun-temurun oleh setiap kalangan masyarakat dan sayangnya pandangan terhadap mitos-mitos ini hingga saat ini masih sulit untuk diubah.

Akan tetapi sebagai wanita dan calon ibu yang bijak, anda tetap perlu mencari kepastian yang lebih tepat mengenai jenis kelamin sang buah hati di dalam kandungan. Jadi, jangan terburu-buru berharap lebih dan membeli perlengkapan bayi perempuan jika hanya didasari pada mitos-mitos dibawah ini.

Tetapi, apakah semua mitos tentang ciri-ciri hamil anak perempuan ini adalah isapan jempol belaka? Ataukah merupakan fakta yang dapat dibuktikan kebenarannya? Untuk itu, yuk kita simak penjelasan yang telah kami rangkum di bawah ini.

7 Tanda Hamil Anak Perempuan, Bedakan antara Mitos dengan Fakta


Mitos mengenai tanda hamil anak perempuan ataupun laki-laki sering kali salah kaprah dalam menyimpulkan suatu perubahan normal dalam tubuh seorang wanita hamil. Penjelasan yang belum dapat dibuktikan kebenarannya, merupakan alasan mengapa hal-hal di bawah ini disebut sebagai mitos.

Bentuk perut

Mitos tanda hamil anak perempuan pertama yang akan kita bahas bersama adalah bentuk perut seorang wanita hamil. Konon katanya jika sang ibu hamil memiliki bentuk perut yang tinggi atau melebar ke tengah makan bisa disimpulkan bahwa sang ibu mengandung anak perempuan. Hal ini tentu kurang berhubungan dan tidak memiliki penjelasan yang jelas. Mengapa demikian?

Hal ini disebabkan bentuk perut seorang wanita hamil sama sekali tidak ditentukan oleh jenis kelamin sang buah hati yang sedang dikandungnya. Bentuk perut seorang wanita hamil lebih banyak dipengaruhi oleh bentuk tubuh sang ibu sebelum ia mengandung dan juga usia kandungannya saat itu. Bentuk perut seorang wanita hamil tentu saja bervariasi bagi setiap wanita dan tidak bisa disamakan.

Muntah-muntah

Sebagian besar wanita yang sedang hamil mengalami kondisi yang satu ini, rasa mual dan ingin muntah yang terjadi pada trimester pertama kehamilan. Rasa mual dan muntah yang berlebihan sering kali disebut sebagai hiperemesis gravidarum yang diduga kuat disebabkan oleh sebuah hormon yang dikenal dengan sebutan Human Chorionic Gonadotropin (β-HCG).

Tanda hamil anak perempuan yang satu ini memiliki kebenaran yang bisa dipertanggungjawabkan karena berdasarkan sejumlah penelitian kadar hormon β-HCG pada wanita yang sedang mengandung anak perempuan memanglah lebih tinggi dibandingkan saat sedang mengandung anak laki-laki.

Posisi tidur

Berikutnya, banyak pendapat yang menyatakan bahwa anda akan cenderung tidur dengan posisi miring ke kanan jika sedang mengandung anak perempuan. Mitos yang satu ini juga tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Bagi seorang wanita hamil, tidur dengan posisi miring tentu saja lebih nyaman dibandingkan dengan posisi terlentang mengingat ukuran perut yang kian membesar.

Posisi tidur miring ke kiri justru dianjurkan sebagai posisi tidur yang baik bagi ibu hamil, terutama saat usia kandungannya semakin besar. Hal ini disebabkan pembuluh darah ibu yang berperan penting dalam pertukaran zat makanan dan zat-zat sisa dari janin berada di sebelah kanan, sehingga guna melancarkan aliran darah ini ibu lebih dianjurkan untuk berbaring ke kiri.

Detak jantung janin

Selanjutnya kita akan membahas detak jantung janin yang dianggap dapat menentukan jenis kelamin bayi yang sedang dikandung oleh seorang wanita. Detak jantung janin yang normal biasanya berkisar antara 120-160. Dalam mitos yang satu ini dipercaya, bahwa jika detak jantung janin anda berkisar 160 atau bahkan lebih menunjukkan anda sedang mengandung anak perempuan dan jika detak jantung janin anda lebih rendah berkisar pada 120 kali per menit maka itu merupakan tanda hamil anak laki-laki.

Mitos yang satu ini juga tidak berhubungan dengan jenis kelamin sang bayi. Detak jantung seorang janin tidak dipengaruhi oleh jenis kelaminnya melainkan ditentukan kondisi fisik dari janin itu sendiri. Seperti contoh, saat keadaan fisik seorang bayi di dalam kandungan menurun, akibat berbagai pengaruh termasuk disebabkan oleh kondisi kesehatan ibunya sendiri maka detak jantungnya akan cenderung meningkat. Hal ini juga sering terjadi jika sudah dekat dengan masa persalinan.

Dandanan ibu tampak berantakan

Mitos selanjutnya yang dipercaya merupakan tanda hamil anak perempuan adalah dandanan atau raut wajah anda yang tampak berantakan selama hamil. Mitos yang satu ini dipercaya karena persepsi bahwa kecantikan anda diserap oleh sang buah hati di dalam kandungan.

Sayangnya mitos yang satu ini tidak menentu, bagi sebagian orang wanita hamil yang sedang mengandung anak perempuan justru akan tampak lebih cantik karena faktor janin yang membuatnya makin terlihat menawan. Namun, tidak perlu khawatir dandanan dan raut wajah anda saat hamil sama sekali tidak ada hubungan dengan jenis kelamin bayi anda dan tentu saja hal ini adalah mitos belaka.

Ngidam makanan asam

Ngidam makanan asam merupakan mitos tanda hamil anak perempuan yang akan kita bahas berikutnya. Alasan sebenarnya yang mendasari rasa “ngidam” yang dirasakan oleh seorang wanita hamil adalah perubahan hormon dalam tubuh mereka yang mempengaruhi indera penciuman, sehingga wanita hamil menjadi begitu menginginkan suatu jenis makanan. Jadi, tentu saja rasa ngidam seorang wanita hamil tentu tidak berhubungan dengan jenis kelamin anak yang sedang dikandung.

Tes cincin kawin

Mitos berikutnya yang juga sering kali dihubungkan dengan ciri-ciri hamil anak perempuan adalah tes cincin kawin. Tes ini dilakukan dengan cara mengikatkan cincin kawin sang wanita hamil pada seutas tali kecil dan diletakkan di atas perut. Jika pergerakan yang diberikan cincin kawin di atas perut sang ibu memutar atau melingkar maka dikatakan sang ibu sedang mengandung anak perempuan dan jika pergerakan yang diberikan tidak memutar dan malah berayun-ayun maka anak yang dikandung adalah laki-laki.

Tes menggantung cincin kawin ini tentu saja tidak ada hubungannya sama sekali dengan jenis kelamin bayi yang sedang anda kandung, kenyataan bahwa jika anda meletakkan cincin yang tergantung di perut siapa saja maka cincin tersebut bisa saja berputar ataupun berayun.

Setelah membaca ulasan mengenai mitos-mitos di atas, kita tentu harus lebih bijak dalam menanggapi setiap pandangan seputar kehamilan apalagi jika hal tersebut berhubungan dengan jenis kelamin. Jangan terburu-buru untuk berharap akan jenis kelamin tertentu apalagi jika itu hanya didasari oleh mitos atau sejumlah pandangan tertentu.

Jika anda begitu ingin tahu mengenai jenis kelamin yang sedang dikandung oleh sang istri, anda bisa melakukan pemeriksaan USG (Ultrasonografi). USG sendiri dapat dilakukan sejak minggu ke 18 hingga minggu 20 kehamilan, dengan menggunakan USG kemungkinan untuk mengetahui jenis kelamin sang buah hati akan lebih besar. Demikianlah artikel 7 mitos tanda mengandung anak perempuan ini, semoga bermanfaat!